♫♬

Sunday, May 5, 2013

Surat ku untukmu


Gue mau ngepost nih, ibarat kata init uh surat gitu. Tapi engga surat juga sih. Iseng aja :D mana tau ada yang ngerasain apa yang gue tulis ini. Di surat ini tuh ceritanya ada dua orang temenan tapi yang satu ninggalin si temen gitu aja. Nah yang satu lagi yang di tinggal itu tetep sayang sama temennya, tapi dia engga ngarepin temennya balik. Dia woles gitu lah.. Nah lo fikir sendiri aja deh gimana ceritanya :D mahahaha *ciumsatuyusatu*

Assalamualaikum..
Apakabar kamu yang dulu menjadi teman baikku ? apakah kamu baik-baik saja tanpaku ? Sejauh ini aku memperhatikanmu, kamu tampak bahagia tanpa sedikit pun bersedih telah meninggalkanku. Aku berjalan menjauhimu, kamu berjalan menghindar dariku. Tepat. Kita tak mungkin menyatu dan searah seperti dahulu. Kamu masih tersenyum seperti dahulu bersamaku ? Syukurlah. Senyum manismu masih bisa kulihat. Aku pun sama, posisimu memang tak tergantikan. Jangan salah paham, aku membuat surat kecil ini bukan menginginkan kembali. Aku juga tak berharap kamu menjadi orang yang mengisi setengah dari satu hariku seperti dahulu. Aku hanya tak ingin memutuskan tali silahturahmi. Karena pada nyatanya, kamu lah yang berhasil mengubahku. Hingga perubahan kecilku karenamu kini telah menjadi perubahan besar untukku. Yang nyata terlihat adalah aku dan kamu tak lagi sejalan. Bagaimana ya melukiskan kekecewaanku ? Entahlah aku pun bingung. Kata tak mampu melukiskan.. Sebenarnya banyak hal yang membuatku ingin menangisimu. Tapi untuk apa ? Ada banyak hal yang membuatku sedih..

  • 1.      Ketika aku sesekali mengajakmu “Jalan yuk. Aku traktir deh, aku kangen loh sama mu. Kita jalan-jalan kayak dulu :D mau gak?” Kamu dengan santainya menjawab “Kalau perginya engga jelas aku engga mau. Mending di rumah aku tidur. Enak lagi” Padahal dulu, yang ku ingat kita mencari waktu untuk pergi. Jawaban itu seakan beranggapan aku bukan lagi teman yang kamu butuhkan.
  • 2.      Ketika aku sesekali mengirimu pesan “Hey, udah pulang belum?” “Jangan lupa makan ya. Jangan lupa shalatnya dan jaga kesehatan.” Kamu dengan acuhnya membalas dengan jawaban singkat tak bermakna “Ya.
  • 3.      Ketika aku membutuhkanmu atau tak membutuhkanmu. Ketika aku ingin bercerita atau pun mendengar cerita kamu berkata “Sorry engga ada waktu. Aku lagi sibuk. Ngantuk juga. Aku tidur duluan ya”
  • 4.      Ketika aku ingin berkunjung kerumahmu. Ketika kamu ada acara dan ketika aku ingin bertemu kamu. “Rumah aku engga kebuka buatmu. Aku males ketemu. Bosen.”
  • 5.      Ketika aku mulai sering mengirimu pesan singkat “Hey” “Udah pulang?” “Semangat ya buat sekolahnya” “Jangan lupa makan loh” Kamu lalu membalas “Udahlah, jangan –SMS-SMS aku lagi. Nanti aku engga bales kamu sakit hati. Udalah ya”

 Dan masih banyak lagi petikan-petikan kalimat yang kamu lontarkan dan aku mengerekamnya di otakku. Ia tersimpan  rapi. Padahal disisi lain aku dapati kamu…

  • 1.      Eh, pergi yok. Bosen nih gue di rumah.” Padahal waktu itu kamu menolak ajakanku.
  • 2.      Nomer yang anda tuju sedang sibuk” Padahal waktu itu kamu bilang kamu lagi sibuk engga ada waktu.
  • 3.      Kerumah gue lah, engga ada temen nih” Padahal waktu itu kamu menutup pintu rumahmu untukku.
  • 4.      Jangan lupa buat tugasnya ya jelek :p “ Padahal waktu itu kamu Cuma bilang “Ya” Untuk balasan sms panjangku. 
Dan apa yang aku perbuat? Aku masih diam kan sampai sekarang ? Aku masih mempedulikanmu. Aku masih sesekali bertanya akan keadaanmu. Meski tak jarang ku dapati pengabaianmu teman..Sesulit inikah arti pertemanan ? Sebegitu salahkah perlakuanku hingga kamu pergi dan meniadakanku ?
AKU INGAT :

1.      Kita bercanda hingga akhirnya saling mencari masalah satu sama lain. Mencaci kecil dan ada yang berkata “Sorry ya, aku Cuma bercanda. Abis biasanya cerewet sih. Dasar bawel”
2.      Saat saling menghubungi via telephone hingga malam tiba. Saling bercerita tentang cowo yang kita suka, keluarga, dan kepribadian. Ada yang bilang “Aah kamu tuh yaaaaaa” “Apasiiiih ?” “Huu engga ada”. Selalu 3 kata itu yang muncul.
3.      Saat aku lihat history sms ku “Jelek, udah pulang belum? Hujan jangan main becek. Haha :D” “Jangan lupa makan. Nanti sakit,mau ujian lagi sebentar lagi. Punya badan satu kan ? jaga baik-baik” 

Dan memoriku tentang itu pun masih tersimpan sangat rapi. Sekarang memang hanya kenangan. Aku Cuma minta :

Kalau nanti engga ada lagi sms-sms dari aku. Kalau engga ada lagi sedikit pun kabar tentang aku. Jangan pernah kamu mencariku. Anggap saja kita memang tak mengenal sama sekali. Jangan ingat-ingat aku. Dan jika suatu saat tak ada yang mempedulikanmu seperti aku mempedulikanmu, jika kamu sadar tak ada yang mau bertahan untuk kamu sepertiku. Jangan pernah menyesal telah meninggalkanku. Jangan salahkan dirimu. Dan jika kamu dengar berita buruk tentangku. Anggap saja aku baik-baik saja. Jika suatu saat kamu tak dapat melihatku lagi. Dan jika suatu saat kamu hanya mampu melihat nama di tulisan pada papan yang tertancap di tanah atas namaku. Jangan pernah kamu meneteskan air matamu. Walau hanya satu tetes. Air matamu terlalu beraharga. Aku minta di saat itu terjadi. Kamu tersenyum saja, sama seperti sekarang! Tersenyum sama seperti kamu sekarang tersenyum di atas tangisku karenamu. Tersenyum saja bersama dia teman-temanmu yang lain. Tersenyum saja sampai hatimu puas ! Dan tersenyumlah karena berarti kamu bebas dari jangkauan teman spertiku ini. Tersenyumlah atas kepergianku..”

YOUR EX FRIEND ;’)





Thursday, May 2, 2013

Sebelum kematian itu mendatangiku

Assalamualaikum..
Berfikir sesuatu tentang judul ini ? Kau berfikir aku akan mengakhiri hidupku dengan sesekali lompat dari gedung tinggi ? Atau kau berfikir aku akan dengan perlahan menggoreskan silet di tanganku ? TIDAK ;) Tentu tidak. Fikiran itu yang dulu sebagai temanku. Keputus asaan dan kesedihan yang menjadi teman sejatiku. Kini aku dan mereka sudah berjauhan, aku putuskan tali silahturahmi ku kepada makhluk dua itu.
Hanya sedikit merenungkan diri dan mengingat betapa selama ini aku melupakan kematian. Sehingga apa yang aku lakukan cenderung buruk.. Padahal. jika seseorang di izinkan Allah menceritakan betapa sakitnya kematian, Maka manusia lainnya tak akan bisa tidur dengan nyenyak ;'(

KEMATIAN..
Memang, kata mati tak asing untukku, dan mungkin juga untukmu, karena sama-sama kita ketahui. Aku dan kamu bahkan semua makhluk yang bernyawa akan merasakan yang namanya KEMATIAN ;')
YaAllah yang maha mematikan..
Semoga ketika Kau cabut nyawa kami. Kami dalam keadaan mati dengan menganut islam ;')
Semoga ketika Kau cabut nyawa kami. Kami masih dalam jalan kebenaran :')
Aamiin..

Untuk Ibu yang kusayang..
Ibu, aku tak mampu terus berkata "Aku sayang ibu karena Allah" Kata itu sulit untuk ku ku ungkapkan. Lidahku kelu ketika aku akan mengatakan itu sembari memeluk atau sekedar mencium pipimu. Umur tak ada yang tahu bu, aku atau ibu yang pergi dahulu berpulang ke sisiNya itu pun masih menjadi Rahasia Illahi~ Yang pasti, semoga Kita tetap istiqomah pada Alqur'an dan Hadist {} Ibu yang tersayang...
Tak mampu aku tuliskan betapa aku menyayangimu. Betapa aku ingin terus melihat senyummu. Walau inginku terlihat aneh di matamu. Terkadang air mata ini pun menetes jika aku mengingatmu. Ketika kau bersusah payah membesarkan ku hingga sekarang aku menginjak kelas 2 SMK. Tapi sebagai balasannya terkadang dan bahkan sering ku melawan dengan semua yang kau katakan. Kadang malu karena ibu ku fikir "kuno" Astagfirullah.. Aku tak mau jika penyesalanku nanti tak berguna. Aku meminta maaf bu atas semuanya.. Sebelum ajal itu menjemputku. Sebelum nafas ini tak lagi bisa kuhembuskan. Aku menyayangimu bu.. Walau keberadaan adik menggantikan posisiku sebagai yang tersayang, dan kini aku di nomerduakan. Aku ikhlas, aku tau dan aku yakin.Adikku akan menjadi orang yang besar! Orang hebat yang akan membanggakan mu Bu. ;')

Untuk Bapak yang tersayang..
Bapak, Aku berterima kasih kepadamu. Pada semua pengorbananmu. Arti pengorbanan yang sesungguhnya adalah kalian.. Bapak, berkat semangat darimu. Aku kini berhijab sesuai apa yang bapak mau dan apa yang Allah perintahkan. Sungguh, berapa beruntungnya aku mempunyai bapak sepertimu. Hujan sederas apa pun, kau dengan semangat mengantarku kesekolah dengan sepeda motor milik bapak ;') Kau mengajariku kesederhanaan Pak. Kau membuatku mengerti sedikit kerasnya hidup. Ketika aku mengeluh akan hidup yang kurasa kurang. Kau memberi tahuku bagaimana cara bersyukur. Semoga ketika aku atau bapak berpulang ke Sisi-Nya . Hal-hal kecil ini mampu mengurangi beban hisab di akhirat nanti. Bapak yang aku sayang.. Maafkan kesalahan ku selama ini. Kesalahan ku berhijab membuatmu secara tak langsung berdosa ;') Semoga dengan hijab yang ku kenakan ini. Bisa membantu bapak di sana dan membantu aku di kehidupan yang kekal nanti {}

Untuk teman ku yang ternyata juga kusayang..
TeRimakasih untuk kamu yang telah mampu merubahku menjadi pribadi yang bukan aku. Bukan menjadi pribadi yang batu lagi. Bukan menjadi orang yang egois lagi.. Perubahan kecil itu berpengaruh besar pada hidupku sekarang, Sungguh.. Perubahan tadi aku kombinasikan dengan perubahan yang aku pilih sendiri. Kepergianmu untuk mengambil jalur menjauh dariku dan langkah kaki kita yang tak lagi senada. Membuatku terus berfikir "Salah apakah aku? Dan sesalah itukah aku?" Entahlah. Kini fikiran itu berangsur pergi.. Aku tetap mampu mendoakanmu agar kau istiqomah walau aku tak tau apakah kamu mendoakanku ? Aku dan kamu benar-benar tak saling tegur sapa. Kita seperti tak mengenal sebelumnya. Astagfirullah. Aku takut jika itu akan mengahalangiku masuk surga dan mempermudah aku terjun ke neraka-Nya. Telah kucoba untuk berbaik hati padamu. Namun aku kamu abaikan. Semoga Allah membalikkan hatimu. Temanku yang ternyata juga aku sayangi, umur. Siapa yang mengetahui umur ? Kapan ia akan hilang dan kapan nafas akan berhenti ? Sebelum semuanya terjadi. Entah itu pada dirimu atau pada diriku. Melalui ini, aku hanya meminta maaf pada kamu. Apa yang menyayat hatimu dan segala salahku,. Maafkkan aku ? Ketika aku yang lebih dahulu pergi. Jangan pernah lupa jika kita pernah berteman :)


YaALLAH..
Beri aku umur panjang. Agar aku mampu membahagiakan orang-orang yang aku sayangi.
Sungguh, aku menyayangi mereka.. Maka izinkanlah aku membuat mereka tersenyum bersamaan. Buatlah aku tetap baik pada ibu, bapak dan teman-teman serta orang sekelilingku ;')
Masalah apa pun yang aku hadapi.
Tolong jangan buat aku berfikir untuk mendahului kematian sebelum semauanya memang sesuai yang Kau takdirkan =)
Aamiin ..

Monday, April 15, 2013

#MyHijabStory


KETIKA AKU MEMUTUSKAN BERHIJAB SYAR’I 


            Cerita ini bermula ketika aku SMP.. Awal aku berjilbab. Niat ku untuk menutup aurat itu sudah ku proklamirkan ketika aku SD ketika itu aku duduk di kelas 5SD. Tapi kata-kata waktu itu hanya menjadi ungkapan tanpa aku merealisasikan. Memang, waktu itu aku belum sepenuhnya menutup auratku dengan mengenakan hijab. Tapi sedikit demi sedikit cara berpakaianku berubah. Baju-bajuku mulai di dominasi dengan lengan panjang. Semua rata-rata buatan bapak. Maklum, aku anak seorang tukang jahit. Tak heran jika bajuku beliau lah yang membuatkannya Sampai suatu ketika aku masuk SMP. Pertama kali aku menginjakkan kakiku di tempat itu. Kepalaku masih telanjang tanpa hijab. Tapi pakaianku tetap menutupi auratku. Hari pertama pun selesai, pendaftaran hari kedua bapak menyuruhku untuk berhijab. Aku dengan senang hati berhijab. Tapi Astagfirullah, hari itu kurasa sangat panas rasa ingin membuka jilbab pun muncul. Entahlah dengan mudahnya panas waktu itu menggoyahkan niatku. Tapi akhirya aku mampu tetap beehijab hingga lulus SMP. 
           3 Tahun di SMP membuatku tumbuh menjadi wanita berhijab . Tapi memang tak bisa di pungkiri. Berhijabku waktu itu hanya sekedar formalitas mungkin. Tak ku dapati hatiku nyaman aku hanya berfikir itu tuntutan orang tua saja. Hal itu lah yang membuatku bongkar pasang hilbabku. Di social media entah berapa banyak aku upload foto-foto tanpa hijab. Memang Ratusan orang yang menyukai albumku. Tapi bayangkan saja, aku berhijab di dunia nyata dan tak berhijab di dunia maya(?) Astagfirullah ;”( 3 Tahun aku di SMP dan selama itu pula aku berhijab jauh dari kata syar’i.
            Singkat cerita,
Aku mulai memasuki SMK. Aku tetap sama menjadi seorang yang berhijab. Tapi lagi-lagi jauh dari kata syar’i. YaAllah semakin masuk pada jurang dosa yang sangat jauuuh ;(. Pagi itu aku pergi sekolah dengan hijab yang sama berbahankan tipis, tak meutupi dada, dan yang pasti tembus pandang. Sampai akhirnya aku terjebak perdebatan kecil dengan bapak
“Ry, kamu sudah baligh loh. Kenaapa sih hijab kamu masih yang seperti itu ? Engga malu ya Ry? Tau gak sih kalau hijab seperti yang kamu pakai itu di kampung untuk meres tahu loh”  Tanya bapak. Ku dapati mata bapak menelusuri bentuk jilbabku hinga akhirnya ia berangsur melepaskan titik fokusnya. “Sukur-sukur ary pake hijab dari pada engga sama sekali!!” kataku dengan nada ketus “Ary bisa kok pakai hijab kayak ibu yang panjang dan menutupi dada. Tapi engga sekarang. Ary masih SMA dan malu pak pakai begituan. Disangka mau dating pengajian kali begitu. Dih.. Yaudah kalau emang bapak mau ya bapak aja yg pakai engga usah maksa-maksa ary” Tambahku berlalu pergi. Aku tak menghiraukan keadaan setelah itu. Tapi ku berpaling sebentar. Kudapati wajah keduanya berkerut langkah kakiku senada dengan kekecewaan yang bapak dan ibu rasakan akan perkataanku tadi. Sungguh waktu itu aku sangat yakin bahwa kuliah ku aku masih bisa diberikan nikmat hidup dan islam. 

           Mulai dari 1 SMP hingga 2 SMK pertengahan semester. Aku selalu terjebak pada berdebatan-berdebatan kecil dengan bapak. Selalu terlontar kata-kata yang membuatnya terluka dan kecewa. Entah seberapa banyak dosa ku setiap harinya karena berdebatan-berdebatan itu. Pertengahan bulan Maret Tahun ini. Aku mulai mempelajari apa-apa yang di wajibkan akan wanita muslin yang telah baligh. Salah satunya berhijab. Astagfirullah. Hijabku ternyata salah besar. Aku cenderung mengikuti mode. Kerap kali aku memakai celana jins, dan hijabku ku rasa hanya sebagai penutup kepala. Suatu ketika aku mulai membaca satu akun social media yang berisikan tentang hijab syar’i. Mulai dari situ ada getaran sedikit untuk makin mempelajari apa itu hijab syar’i.
             Hari berikutnya, aku mulai mengubah sedikit demi sedikit hijab modeku dengan hijab panjang menutupi dada terulur dan tak tembus pandang. Mulai ku tekatkkan untuk behijab dengan benar. Aku meminimize uang jajanku untuk membeli pulsa dan akhirnya aku alokasikan untuk membeli pakaian yang bisa di katakan syar’i. Alhamdulillah sampai saat ini aku masih melanjutkan niatku itu. Aku membuat tempatdan kutulisi “Uang untuk membeli hijab. Jangan di belikan pulsa yah :D” Tak selang beberapa lama ayahku pun mulai sadar akan perubahanku. Ia senang dan tampak bahagia wajahnya kala itu. “Tak ada yang tau kapan masa kontrak hidup ku habis. Jika ada niat baik kenapa harus di undur esok? Sekarang tertawa sedetik kemudian meninggal. Namanya juga hidup. Jika bukan aku siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi ?” Fikirku dalam hati. 
             Perubahan kudapati. Aku lebih di hargai di hormati dan orang menyeganiku akan hijabku. Tapi tak sedikit pula yang menjatuhkan mentalku “KUNO” “Seperti anak pesantren” “Seperti ibu-ibu” atau tatapan-tatapan menghakimiku sudah ku temui. Tapi insyaAllah aku teteap istiqomah pada hijab syar’I ku J Dengan hijab seperti ini pun aku bisa melakukan aktifitasku tanpa ada yang menghalang. Wanita berhijab syar’i bukan karena mereka kuno. Tapi mereka sadar Allah saja melindungi mereka dengan menutup secara sempurna ? Kenapa mereka tidak ? Ini bukan tentang aku yang benar dan kamu yang salah. Ini tentang kita yang sama-sama belajar berhijab secara sempurna :D

Syukron J

HIJAB IS NOT MY HAIRSTYLE REPLACEMENT :D
HIJAB IS NOT PUZZLE!
HIJAB ? CHOOSE SYAR’I NOT MODERN HIJAB :D
BECAUSE
ISLAM teaches how to “C-O-V-ER” not “W-R-A-P” your aurat 
 With Love
@Wulanarya





Saturday, March 30, 2013

Cara Memperbaiki Aplikasi Error karena kesalahan "OPEN WITH"

Hari ini berhasil banget gue panik sepanik-paniknya. Laporan PKL gue di laptop belum gue print sama sekali. Jadi ceritanya gini, gue mau buka satu file nah itu type nya Shortcut gitu. Gue kesel, padahal aslinya itu file Video bukan Shortcut. Gue otak atik, berkat tangan gue yang gratilan+gue suka coba2 gue clik "Open With" Media Player dan seketika.....

Jreng Jreng...
Semua aplikasi yang ada di laptop gue yang bertype SHORTCUT jadi gambar media player semua. Gue klik in satu2 engga ada yang muncul ;( PANIKNYA itu tingkat ujian nasional 20 paket yang engga bisa nyontek siapa pun! Ini nih, anak IT Di bbm gue , gue rusuhin semuanya. Tetep engga ada yang tau..
Sampai akhirya gue browsing google. Itu pun juga musti ke program files dan buka manual ;") Hiks untung bisa. Dan nemun tuh.. (ALHAMDULILLAH)
Setelah di pikir-pikir gue emang telat mikir -.- Karena gue anak akuntansi, yah gue gak tau apa-apa lah masalah beginian. Yaudah, kalau elu juga ngerasain yang gue alamin ini. Ada cara gampang, engga musti anak IT juga kok pasti bisa dah :D
Langsung aja nih :

  • Pertama dan yang sangat utama dan yang sangaaaat-sangattt di utamakan hahaha download dulu file nya di disini :)
  • Di dalam nya tuh ada dua file gitu. Engga tau deh apa yang ada di dalamnya. Yang pasti itu yang gue download. Nah abis itu yah jangan cuma di diemin kayak gue awalnya hahah
  • Udah di download elu click 2 kali di filenya itu, nah apa pun yang muncul clik aja dah yes. Mau apa artinya juga bodo amat. Yang penting YES in aje. File yang satunya juga begitu. Apa pun bacaan dan artinya YES in aje dah biar gak pusing.
  • GAK ADA EFEK ? iya emang sama. Gue juga engga ada efeknya. Makanya elu restart dulu. Kalau gue kepanikan mah gue shutdown -____- 
  • Kalau berhasil tuh semua aplikasi yang awalnya gak bisa di buka karena "kegaptekan" dan "kegratilan" tangan elu2 pada balik lagi deh seperti semula.
SEMOGA BERHASIL :D 
mhihihi {} 

Monday, March 25, 2013

Ku sebut ia "RINDU"

Kudapati malamku berbeda dari biasanya. Lelah. Sesekali aku lelah dengan keadaan. Rasa ini terlalu menyiksaku. Perasaan yang entah kenapa memaksaku untuk terus berfikir akan hal yang mungkin seharusnya tak kufikir. Mengapa kurasa ku kehilangan setengah dari hariku ? Siapa yang mencuri fikiranku hingga aku memfokuskan pada satu titik yang awalnya tak pernah ku mau ? Perasaan itu muncul di tengah sepiku, ia mencoba menembus dinding sepiku hingga ia membobol habis semua yang ada. Ia masuk dan menyelinap dalam jiwa. Ku sebut ia rindu… Rindu yang mungkin sebagian orang tak mengerti begitu pula aku. Mengapa bisa ku sebut ia rindu ? Entahlah. Aku bosan bertarung dengan suatu rasa yang kusebut “rindu”. Aku kerap kali kalah jika aku di hadapkan olehnya. Perubahan memang membuat rindu kerap kali hadir. Mengusik kehidupan yang kurasa telah berusaha bangkit dari keterpurukan yang di sebabkan rindu pula. Mengapa rindu begitu kejam akan hariku ? Ia bisa-bisa nya menyita waktuku. Untuk merenung, memikirkan, dan merasakan semua yang selama ini ku coba buang jauh-jauh.

Rindu memang jahat. Atau akulah yang terlalu perasa akan hadirnya rindu ? Mengapa perasaanku berbanding terbalik dari sebelumnya. Ibarat kata aku mulai berjalan mendaki gunung untuk melihat keindahan yang ada di atasnya. Namun seketika itu pula rindu datang dan menerjunkanku pada jurang kegelapan yang hanya aku serta kesendirianku lah yang ada di dalamnya. Aku berargumen pada diriku sendiri akan arti rindu sesungguhnya.
Apa itu rindu ?  ungkapan perasaan yang timbul didalam hati, dalam artian keinginan untuk bertemu, untuk melihat, untuk mendengar, untuk merasa kepada seseorang ? Namun menurutku rindu adalah hari-hariku. Senin-minggu kurasa hilang ? Hariku terasa kosong tak berpenghuni. Senyumku tanpa kejelasan. Tawaku hanya sebagai pelengkap hari. Sedihku sebagai hal yang pasti. Entahlah kusebut mereka Rindu…………….

Thursday, March 21, 2013

Izinkan aku membahagiakan Ibu, YaAllah..


Wanita diatas adalah wanita yang sangat hebat yang pernah ku temui. Yang pernah ku tau dan yang telah di sandingkan untuk mengawasiku serta menyayangiku. Wanita di atas pula adalah wanita yang
mampu membuatku mengerti apa itu “Sayang” dalam artian lain. Ibu punya cara sendiri untuk merealisasikan rasa sayangnya terhadap anak-anaknya. Iya,sempat. Sempat aku sempat memvonis ibu tidak adil dengan rasa sayang ibu yang ibu berikan. Bagaimana tidak ? Keberadaan adikku Muhammad Fuzan yang biasanya ku panggil Faiz membuat kasih sayang ibu kepadaku nyata berkurang. Berkurang ? Sebenernya tidak. Ibu hanya berusaha membagi  kasih nya untuk adikku. Iya ? Iya iya aku salah ;D


Ibu. Ibu adalah 3 huruf yang memiliki 100x lipat dari banyaknya huruf yang membentuk kata itu. Ibu selalu dan akan tetap menjadi wanita terhebat yang ada di benak semua anak. Aku misalnya. Aku bangga mengenalkan ibu kepada kalian. Karena ibulah alasan aku masih disini dan tak cukup bodoh untuk mengakhiri hidup dengan menggoreskan benda tajam itu ke pergelangan tanganku. Ibu yang membuatku mengerti arti hidup dan kerasnya hidup. Jika aku berbicara tentang perngorbanan. Pengorbananku berbanding terbalik dengan perjuangan ibu. Yang mengerti perjuangan sesungguhnya adalah ibu. Ibu yang mengandungku, mengayomiku, dan merawatku hingga aku tumbuh besar seperti sekarang ini.

Aku, memang bukan terlahir dari rahim seorang ibu yang berada dan keberadaannya di sanjung oleh setiap orang yang ada. Aku terlahir dari rahim seorang ibu yang sederhana.  Namun hal itu tak membuat ku malu untuk mengenalkan nya pada dunia. Termasuk keadaanku. Iya aku tak suka kepura-puraan. Kesederhanaan mengajarkanku untuk sabar dan berusaha akan apa yang aku inginkan. Mempunyai Laptop kecil ini misalnya, aku harus menunggu lama untuk mendapatkannya. Aku tak mungkin memaksa bapak/ibu ku untuk membelikan jika mereka memang tak mampu. Tak jauh berbeda dengan smartphone yang ku miliki sekarang. Itu usahaku sendiri yah karena aku sadar aku bukan terlahir dari keluarga yang mapan. Ibu yang membuatku mengerti semuanya..

UGD-ICU ibu pernah masuk kedalamnya dan mencicip keadaan disana. Ibu terbaring lemah dan sangat menyayatku. Ibu memang hebat. Ibu memang tegar. Di sela sakitnya pun ia sempat saja memikirkan anak-anaknya. Ibu yang mengajariku berjilbab. Ibu yang mensupport aku selain bapak. Mereka berdua sangat menginginkan anak perempuan yang berjilbab syar’I namun aku pun belum bisa merealisasikannya ;”)

YaAllah,
Sebab ibu yang sangat berjasa. Sebab ibu lah yang mendidikku. Dan sebab ibulah aku tumbuh seperti ini. Dan ku Mohon sebab itulah Engkau memberinya umur panjang ;;)
Aku masih mempunyai  satu hal yang belum bisa aku wujudkan.
Aku belum berjilbab syar’I maka sebab itu aku mohon. Panjangkan usia mereka sampai aku bisa mewujudkan hal itu dan membuat mereka tersenyum bangga akan hijabku ;) 


Buku yang ibu dan bapak beli selalu begini {}
YaAllah Izinkan Ary membahagiakan Ibu {}
Ibu terimakasih untuk semuanya :)



Sunday, March 10, 2013

Cerpen - Kado Terakhir Untuk Yang Tersayang


Hari itu aku berada pada posisi yang ku fikir berbeda. Tubuhku dengan semangatnya beranjak mengawali hari sebelum hari itu. Mataku yang sayu karena terlalu lelah tak membuat semangatku padam apalagi lenyap. Hari itu tanggal 2 Tepat hari sabtu dan hari dimana semua menjadi titik awal dari apa yang telah aku rencanakan untuk yang tersayang. 

                “Ary… Bangun.. Udah jam berapa ini?” Teriak ibu sembari ku mencoba bangkit. Mataku kala itu masih tertutup rapat. Terbuka dan terkantuk-kantuk. “Hari ini sabtu, harus bangun pagi. Pergi sekolah lalu setelah itu kurasa aku harus menghabiskan sisa-sisa tenagaku untuk melangkahkan kaki keberapa tempat untuk mencari sesuatu. Sesuatu ? Iya sesuatu! Sesuatu yang biasa tapi kurasa akan luar biasa perjuangannya. Hari sebelum hari esok. Hari dimana aku masih bisa bernafas untuknya. Untuk dia yang tersayang dan untuk berada di ulang tahunnya.” Ocehku panjang lebar sesekali berkaca. Tersenyum kecil lalu mandi. Sarapan seperti biasa. Hmm. Tidak, tepatnya sarapan untuk pagi ini maklum lah. Ku fikir hari ini adalah hari yang sangat melelahkan untukku nanti.
                Ibu.. Ary pergi sekolah dulu yah. Ohya ary nanti pulang agak lama. Soalnya ary mau beli sesuatu. Tepatnya pergi cari sesuatu. Assalamualaikum” Jelasku pada ibu sembari mencium tangannya. Dan beralalu pergi. Setibanya di sekolah. Semuanya berjalan normal. Sekolah ku tetap pada kondisi yang menurutku memprihatinkan.Sulit untuk dikatakan “sekolah kebanggaan” Bagaimana tidak? Kudapati semua nya sunyi tak ada tanda-tanda kehidupan. Padahal di luar sana sekolah sudah ramai dengan ricuh nya suara anak murid. Satu jam dua jam tiga jam . “Yess, akhirnya..” Kataku sambil mengepal tangan. Akhirnya bimbingan laporan untuk prakerind  pun usai. Maklum, aku murid smk kelas 2 yang sedari minggu lalu di hadapkan dengan banyaknya file yang harus di bukukan lebih lebih kondisi itu sangat memaksa kami menjadi orang lain. Pilihan yang sulit.. Tapi.. Bukan itu inti ceritanya..
                Duduk dikantin menunggu waktu yang tepat untuk pergi sebelum waktunya pulang. Ku amati sekelilingku. “Wi, ayo cabut. Mumpung masih pagi dan kita punya waktu lama untuk berburu” kataku menarik tangan dwi. “Iya Ry, tapi tunggu deh. Kamu bilang kita? Kamu gak sih? Aku kan kamu paksa” Sambungnya dengan nada sedikit kesal. Iya aku pun bingung kurasa bukan KITA tapi aku. Yang butuh aku dan memang aku yang punya rencana. Dwi hanya satu di antara sekian orang yang menjadi korban dari rencanaku ini.. Di sepanjang perjalanan hanya suaraku yang seksi dan merdu ini yang terdengar. Lebih tepat nya kericuhan suaraku yang menghiasi bus mini yang ku naiki. Ku dapati dwi yang sedari tadi hendak berbicara akhirnya mengurungkan niatnya untuk berbicara dan membiarkanku bercengkrama dengan duniaku sendiri. Entahlah, aku punya kesibukan dan asyik sendiri dengan ceritaku pada dwi. Padahal nyatanya dwi tak mengerti dengan apa yang aku ceritakan. Mengenaskan bukan? 
                Sampai akhirnya bus mini yang ku naiki berhenti tepat di depan toko buku yang tak terlalu besar itu. Ku langkahkan kakiku perlahan namun pasti. Ku telusuri ruang serta sudutnya. Mataku tertuju pada benda itu “Aku mau ini, lucu yah dwi. Iiii mau deh beli yah beli” Kataku merengek pada dwi. Padahal jelas-jelas yang melarang aku membelinya juga tidak ada. “Enggak ah ry. Itu jelek. Apaan itu gak penting tau.” Katanya meyakinkan agar aku tak membeli pernak pernik beranimasi hewan amphibi itu. Yaaah~ Ku tau yang di maksudkan dwi adalah yang di pentingkan bukan kemauanku akan minat mengoleksi benda2 itu. Namun mementingkan dia yang tersayang. “Udahlah dwi, dari pada disini engga ada yang jelas . Pergi ketempatr lain aja yuk yuk yuk. Engga deh engga mau lama-lama disini” Keluhku pada dwi. Makin lama berada di toko buku itu semakin besar pula rasa ingin mengambil benda itu dan membayarnya di kasir. 


Berat langkahku meninggalkan tempat yang rasanya mempunyai daya magnet yang sangat kuat di sisi-sisinya. Aku menunduk dan berlalu pergi. Di tempat kedua itu aku dapati berbagai macam boneka lucu yang lagi lagi menarik perhatianku. Tempat ini jauh lebih menarik hatiku agar mendekatinya. Sampai akhirnya aku memalingkan wajah. Melihat boneka yang ku tergetkan, boneka berbentuk persegi yang memiliki hidung yang berbanding terbalik dengan hidungku. Boneka itu tampak indah berwarna kuning pekat dan ada bintik hijau di tubuhnya. Ku raih bineka itu pelan-pelan. Ku tekatkan untuk membelinya. Cukup merogoh kocek dalam-dalam. Namun untuk yang tersayang, apa yang tidak ?. Semuanya telah berakhir. Kelelahanku berbuah hasil ku bawa boneka mungil ini sembari tersenyum puas. Ku langkahkan kembali kakiku ke toko buku yang tak jauh dari tempat boneka itu. Kupandangi sudut demi sudut “Syukur deh, disini engga ada hewan menyebalkan itu” Bathinku. Sembari melangkah ke tumpukan buku kusam yang membuat ku penasaran. Apa isi buku itu ??. 
                Akhirnya aku pun berlalu pergi. Ku bawa boneka itu dengan kepuasan bathin yang tak terungkap. Berlalu pergi dari toko buku itu dan aku harus menunggu bus mini di halte. Dingin. Matahari kala itu bersembunyi tergantikan oleh awan redup yang akan membasahi bumi. Angin sepoi-sepoi ku rasakan. Ku pandangi sudut halte  dan ku temui gadis remaja yang sejengkal lebih tinggi denganku. Sampai akhirnya aku berhasil memecahkan suasana sunyi. Mengajaknya bercengkrama. #Titt# mini bus yang ku tuju datang aku masih asik bercengkrama dengan dia. Aku gapai boneka tadi perlahan aku muali berjalan mundur karena masih menyambungkan sedikit pembicaraanku, ku lambaikan tanganku pada gadis cantik itu. Sampai akhirnya aku tak menyadari mini bus lain yang sedang melaju menghempaskanku dan bruuuuk.. Aku terjatuh, mataku mulai tampak gelap. Boneka yang ku genggam terhempas 1m dari tubuhku. Darah mengalir dari kepalaku, namun aku tetap tak menghiraukan betapa sakitnya aku. Yang ku fikir aku harus menggapai boneka itu. Aku seretkan badanku tapi aku tak mampu lagi. Boneka itu ku lihat terinjak injak orang yang sedari tadi lalu lalang membantuku. Air mataku tumpah senada dengan darah yang mengalir dari kepalaku. Sakit dan aku tak mampu menahannya..


***
                “Boneka itu. Boneka” Teriakku sembari membuka mata. “Kenapa kenapa?” Tanya ibuku panic. Ternyata setelah aku tak sadarkan diri aku di larikan kerumah sakit oleh. Oleh? Entahlah oleh siapa yang ku tau ketika aku membuka mata aku sudah berada disini. Sekujur tubuhku tak lagi sempurna. Mobil itu menghempskanku terlalu kencang dan akhirnya aku harus seperti ini. Tangan kiriku, kakiku, dan wajahku. Aku tak sanggup lagi menahan derita ini. Hanya tangan kananku yang masih dapat kugunakan. “Aku lelah Tuhan, ini begitu menyiksaku. Aku ingin tidur saja. Tidur untuk selamanya bukan hanya sementara. Ini begitu menyiksaku” Bathinku. Tak lama setelah itu ada adik-adik masuk keruanganku. Ku dapati ia membawa boneka kuning mulikkku tadi tapi boneka itu berbeda tak lagi sama, ia kumuh terinjak-injak orang tadi. Air mataku menetes sedemikian hebatnya. “Dek, terimakasih yah. Taruh saja dimeja itu. Kamu mau membantu kaka?”  “Iya kak, apa?” “Tolong ambilkan pena dan selembar kertas, boleh” Adik tadi tak memberi jawaban ia langsung mengambilkan nya untukku. Dengan sisa-sisa tenaga yang kupunya aku mulai menggoreskan tinta untuk dia yang tersayang.



Dear Vera…
Terimakasih selama ini kamu setia disini bersamaku. Membuatku tersenyum hingga akhirnya aku tertawa. Terimakasih kamu bisa menjadi kan aku teman mu dan sampai akhirnya aku mengerti arti kepedulianmu. Selamat ulang tahun teman ku yang tersayang. Maaf bukannya aku tak ingin bersamamu di hari ulang tahunmu. Aku juga punya impian kita bersama meniup beberapa lilin di bundaran kue tart . Namun harapan itu ku abaikan, harapan itu pupus sayang. Kini keadaanku berbeda. Tak lagi sama. Aku tak ingin kamu meninggalkanku. Karena aku yakin hidupku tak berarti tanpa senyum dan candaanmu. Aku selalu ingat, di mana kita saling tertawa dimana kamu selalu memarahiku ketika aku selalu lambat untuk berfikir. Atau aku yang selalu manja ketika aku sakit. Namun sekarang tidak Ver, Aku lelah sendiri disini, Aku takut kamu pergi. Sebelum itu terjadi Tuhan brkata lain dan aku kini lelah. Tragedi itu membuat tubuhku seakan tak berfungsi Vera. Aku tau kamu bisa tanpa aku. Kamu lebih bahagia tanpa aku. Terimakasih untuk waktu yang singkat itu. Pertemuan kita memang singkat. Percayalah aku memang tak ada tapi kenangan aku dan kamu selalu ada, Teman. {} Sampai akhirnya aku lelah dan aku harus meninggalkanmu…….
With love
Ary….

                Aku terbelalak membaca paragraph akhir dari cerita itu Tokoh “Aku” Pada akhirnya meninggal dan mengalami kecelakaan hebat dan meninggalkan teman tersayangnya pergi. “Bagaiamana denganku? Apakah sama beujung dengan kamatian ku ?” Bathinku sambil berlalu pergi~



#END.
Created : Wulan Arya .