♫♬

Sunday, January 5, 2014

Keroppi dan Spongebob pun bersatu

    Siapa sangka kita bisa bertemu. Bertemu dalam dunia yang tak nyata tapi memiliki makna lebih dari sebuah pertemuan nyata. Aku yang sempat ketakutan karena kamu memiliki kesukaan yang sama dengan teman lamaku akan berujung sama. Kini ketakutan itu hilang. Sungguh, aku tak menggenggammu terlalu erat. Kadang kamu ku biarkan pergi, kadang aku pergi sejenak yah itu semata-mata agar kita tahu apa itu rindu. Apa itu kehilangan. Hingga akhirnya kurasa kita mampu menjaga walau dalam dunia yang tak nyata..
     Aku tahu memang tak mudah untuk ku apalagi untukmu. Jarak lah yang membuat semuanya rumit. Lebih rumit dari pada soal-soal akuntansi yang kerap kali memiliki banyak metode. Lalu metode apa yang bisa kita pakai untuk memecahkan masalah antara kita dan jarak? Aku sering mencari metode untuk memecahkan permasalahan ini. Namun yang ada, malah menimbulkan permasalahan baru. Otakku sakit. Memikirkan jarak, kita, tawa dan rindu.. Jarak memang kata yang simple. Sesimple minum air putih, sesimple berjalan di atas tanah. Ya. Tapi rumit untuk di mengerti. Serumit memikirkan kenapa air putih di beri nama air putih? Bukankah ia bening?Bukankah putih itu berarti berwarna seperti susu? Lalu siapa yang salah dalam menelaah? :/ sudahlah..
      Siapa bilang spongebob dan keroppi tak bisa bersatu ? :--)
Memang benar - penyuka – spongebob dan – penyuka – keroppi pernah bersatu tapi mereka berpisah dikemudian hari. Tapi kini, dengan subjek yang berbeda membuat anggapan spongebob dan keroppi tak mungkin bersatu musnah J Nyatanya. Kami bersatu. Bahkan tanpa ada pertemuan nyata. Lihatlah. Kami masih baik-baik saja. Percayalah. Kami Ba-ik-ba-ik sa-ja! 


Kembali kepada kita. Biarlah waktu yang menjawab apa yang akan terjadi pada kita ‘nantinya’ andai kata peristiwa spongebob dan keroppi itu terulang. Aku yakin. Hal itu juga bukan karena pertikaian yang konyol yang seharusnya tak terjadi. Tapi bila pertemuan yang kita dapati. Aku lebih yakin. Pertemuan itu akan sangat indah. Sama seperti keindahan khayalku di alam bawah sadar. Jujur, aku bahagia. Aku baru berfikir. Aku baru menuliskan cerita baru. Andai saja kamu ada disini. Mungkin aku lebih menyayangimu. Aku suka dengan caramu bersikap karena caramu bersikap menunjukkan kamu peduli dengan aturan-aturan agama. Kamu punya keinginan besar untuk berjilbab sesuai syari’at. Kamu punya pengetahuan yang mungkin aku tak tahu tentang Islam. Kamu rajin mengaji dan kamu...mau mendengarkan apa yang aku utarakan.
            Bayangkan saja.. Mungkin. Jika kita berada pada satu tempat yang sama. Kita benar-benar menjadi orang yang paling bahagia. Kita bisa bersama-sama pergi;mungkin menghadiri majelis-majelis ilmu berdua;atau hanya sekedar hunting baju. Sungguh itu lah yang ku inginkan. Bersama orang yang aku sayang bersama orang yang kuharapkan menjadi sahabat. Saling menasehati ketika satu orang di antaranya salah. Menopang ketika terjatuh. Menghapus ketika air mata menetes. Menarik jika barangkali satu di antaranya mulai hampir keluar lingkaran aturan Allah. Aku ingin mencintai sahabatku karena Allah. Aku ingin menyayangi karena Allah. Aku ingin di nasehati dan menasehati tentang ajaran Allah.
            Bahagia-sedih-kecewa-harap-asa!
Namanya juga kedekatan. Kadang bahagia. Kadang sedih. Kadang kecewa. Ada harap dan asa. Bahagia ku sebenarnya sederhana. Aku hanya ingin kita bertemu. Kecewaku juga sederhana ketika hanya tadi tak terwujud. Apalagi harapku hanya menimbulkan asa yang tak bertepi. Aku rela kita jauh, tapi hati kadang menginginkan pertemuan. Aku rindu entah apa yang aku rindukan sebab aku tak tahu rupa mu sesungguhnya.Kenapa begitu rumit? Kenapa begitu sulit ku temukan jawaban? Dan mengapa ia tak berujung? Pertanyaanku semakin menjadi-jadi. Rinduku semakin menggebu. Tapi semua itu ku tuangkan dalam bait harap dalam do’a. Semoga pertemuan indah itu akan ada. Didunia ataupun.... syurga...

YaAllah yang maha kuasa atas segala apa-apa yang ada di bumi lagi alam semesta.
Aku menginginkan pertemuan nyata pada subjek yang aku lukiskan di atas. Allah.. Sungguh aku menyayanginya. Aku hanya ingin mengenggamnya dengan nyata. Aku ingin memeluknya.
Aku ingin bercerita sama seperti aku bercerita kepada teman-temanku. Kenapa jarak menghalangi kami? Kenapa jarak kurasa menyesakkan?
Allahu..
Apa ini termasuk ujian mu bagi hambamu ini, yaAllah? :”)
Jika iya.. Berikanlah aku dan ia keteguhan hati. Agar tak melulu membenci jarak apalagi takdirmu Allah...

Aamiin J

Kembalikan Lagi Senyumku

Kembalikan lagi senyumku.

Sekian lama aku masih disini.
Dengan rasa yang sama dan luka yang semakin menjadi.
Ini semua karena kamu yang telah lama pergi.
Ini semua tentang kita yang dulu sempat dekat dan hampir menjadi sahabat.
Semua tentang pertemuan yang berujung pada perpisahan..
Pertemanan yang rumit yang tak kunjung kutemukan ganti yang sama..
Kufikir pertemanan itu kan berubah..
Berubah menjadi hubungan yang lebih akrab.
Menjadi orang yang kusebut sahabat..
Memang benar, jika kita terlalu mengenggam ia akan terlepas begitu saja..
Sama seperti kamu, aku dan masa lalu..
Senyumku kini berubah menjadi tangis yang tak kunjung mereda..
Lagi-lagi disebabkan karenamu. Karena ‘kita’ dimasa lalu.
Sosok yang dulu menjadi teman tersayang kini menjadi sosok yang seolah tak mengenalku.
Sosok yang dulu berada disisi kini menjadi orang dengan jarak terjauh.
Perpisahan memang pasti adanya..
Namun bisakah kamu singgah lagi seperti dulu? Menghapuskan air mataku..
Sama. Sama seperti para sahabat yang mengusap air mata sahabatnya..
Kembalikan senyumku, yang dulu ku ukir bersamamu..
Kembalikan lagi tawaku, yang dulu selalu menjadi senjata untukku lupakan tangis..
Kembalikan lagi bahagiaku, yang dulu kurasakan disampingmu, teman..
Tawa itu, sedih itu, kebersamaan itu, iya.. aku rindu...
Aku rindu adanya kamu di hariku..
Aku rindu adanya pertemanan masa laluku.. Sungguh, ini begitu menyiksaku..
Kulihat langit-langit kamarku tetap saja ada kita. Walau hanya bayangan..
Ku lihat mereka yang saling bercanda, aku teringat kamu yang dulu sering bercanda denganku..
Namun sayang, semua hanya kenangan..
Aku bingung. Bagaimana cara mengembalikan lagi senyumku?
Setelah kita pergi. Oh bukan setelah kamu-dan-aku-memutuskan-untuk-mengakhiri-pertemaman-ini.
Teramat lelah air mata menumpah namun kamu enggan hadir.
Tolong. Kembalikan lagi senyumku seperti dulu.
Kamu selalu hebat sama seperti dulu.
Namun bedanya.
Kini kamu hebat untuk membuatku terus menangis dan merindukan pertemanan itu..
Kenapa kamu tega meninggalkan ku sendiri disini?
Sedang ku fikir kita dekat dan aku menyayangimu..
Kenapa sosok mu berubah menjadi bayang-bayang yang menakutkan?
Sedang kufikir dulu kamu alasan ku untuk tertawa..
Apakah mengharapkanmu kembali di sini adalah mimpi besar?
Apakah  mimpi besar itu mustahil untuk menjadi nyata?
Jika memang benar, biarlah aku terus mengukir mimpi besar itu walau sulit menjadi nyata.
Setidaknya Tuhan tahu aku sempat berjuang untukmu..
Ku harap suatu saat nanti kamu kan kembalikan lagi senyumku..

Iya-sebelum-kamu-benar-benar-pergi.


Wednesday, December 18, 2013

Speech about Hardiknas and Cleanes

Assalamualaikum,, let me introduce My self My name is Wulan Arya from X accounting. I am standing here in front of you.  I want to tell you about HARDIKNAS’s day.

            First of all let’s thanks to Allah, Because His blessing we all gather here in this morning. Shalawat and prayer , we will say to our greatest prophet Muhammad SAW , his family, his friends, and his followers.


Ladies and gentlemen…
         The definition of education in common usage, that education is merely the delivery of knowledge, skills and information from teachers to students, is inadequate to capture what is really important about being and becoming educated. The proper definition of education is the process of  becoming an educated person. The national education day begins of a teacher is borne in the nation to contribute greatly to the Indonesia education, he was the Ki Hajar Dewantara.

Ladies and gentlemen….
         Education is a very important thing in our life. In this good chance,  A country without a well structured educational system is doomed because education is the key to any form of development in a country.Education in Indonesia is primarily the responsibility of the Ministry of National Education of Indonesia. According to the Indonesian Constitution, all citizens must undertake nine years of compulsory education, six years at elementary level and three in junior high school. The constitution also notes that education in Indonesia is divided into two major parts, formal and non-formal.



I think to improve the quality of education in Indonesia, the Government makes efforts to:
• Create a national movement for completion of basic education, involving communities, especially parents and community leaders, the private and industrial sectors.
• Enhance and strengthen existing essential programmes for increasing school enrolment
• Mobilise resources for maintaining and improving the Basic Education Programme.

That’s all my speech today, I’m sorry if I make mistake in my speech. The last words that I can say to you all are : Let’s keep running our works as citizen of this country. Let’s improve our Education.
Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Cleanes

       First of all let us thank Allah SWT which because of His blessing. We all can gather here on this morning. Shalawat and prayer we will say to our greatest prophet Muhammad Saw. Today I am standing here in front  of you in case of giving my speech. On this occasion I have choosen ‘’ (cleanes)
       Audience …
Now. I would like to invite my friend , please keep clean, as we know that. Cleaning is very important thing, our body, our place and our neighbour should be clean. If our place it does not clean , we can not do everything as well as possible.

      Ladies and Gentlemen...
We are student and we have been studying in school and how to keep clean in our school. The student always throw a way rubbish every where , so ,, our school become DIRTY AND DIRTY .

      Ladies and Gentlemen..
If our school is dirty we can not study by safely. Batam is development and movement country and also Batam is dirty city .. in down town , there a lot of merchants are not regularly so can not clean every where. And there are a lot of people from the other part provinces comes to Batam , so , make batam became dirty.
      Audience..
So,, in this case , I hope to every one and especially to goverment . please take care and keep our city clean .


 Okesip ;;)

Monday, December 16, 2013

Berjilbab Sesuai Syari'at

Mengapa muslimah harus berjilbab ?

Q.S Al-ahzab ayat 59 :
“Hai Nabi katakanlah kepada istri istrimu, anak anak perempuanmu dan istri istri orang: Hendaklah mereka menjulurkan jilbab keseluruh tubuh mereka. Yang demikian itu mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang. Maha benar Allah dengan segala firman Nya”


Q.S An-nuur ayat 31:
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya.
Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita.
Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.

Apa itu jilbab & Khimar ?
Berasal dr kata al-jilbab (jama’ : al-jalaabiib)
Jilbab adalah Gamis atau pakaian lebar yang menutupi dari atas hingga kaki, maka dianjurkan dengan menutupi bagian kepalanya hingga menjulur kebawah.
Al khimar  adalah penutup kepala dari kain lebar hingga menutupi dada atau biasa disebut kerudung.

Cara menutup aurat yang benar
      Menggunakan Gamis atau Baju longgar dan rok
      Memakai Kerudung yang menutupi dada dan tidak transparan
      No punuk unta
      Memakai kaos kaki (karena kaki bagian dr aurat kita)
      Gunakan pakaian yang sederhana :’) 

Kita memiliki keistimewaan. Wanita itu Special, maka yang special itulah yang di tutupi, bukan di umbar-umbar dan siapa saja mampu menikmati dengan leluasa. Berjilbab sesuai syari’at mungkin tidak menarik, tapi apakah kamu lupa? Fungsi kerudung adalah menutupi mahkotamu bukan malah menciptakan mahkota baru dengan eksperimen kerudung lilit-sana-sini.
Jikalau rambutmu bisa berbicara, ia akan berteriak bukan hanya berbicara. Kerudungmu yang lilit-sana-sini membuatnya tak mampu bernafas sedikitpun. Apa kamu tak kesusahan bernafas jika kerudung mu itu melilit ke leher ?? :’) Sayangi rambut dan pernafasanmu shalihat..
Wanita yang berjilbab syar’i bukanlah wanita yang pasti baik. Tidak, mereka pun bukan malaikat yang tak pernah melakukan salah. Tapi ketahuilah, wanita yang berjilbab syar’i sudah pasti menginginkan yang terbaik. Itu bukti ketaatan dan kecintaan pada Rabb Nya. Sungguh yang berjilbab syar’i pun bukan sok suci. Berjilbab sesuai syari’at adalah ketentuan dan kewajiban bagi Muslimah.. :’)
Kau tetap enggan berjilbab ?
Relakah kau menukar surgaNya yang kekal dengan mode dan fashion semata?
Bertubi tubi alasanmu. Takut susah mendapatkan jodoh. Takut susah mendapat kerjaan. Lantas tak takutkah kau dengan Api Neraka yang panasnya bukan main? 
Ingatlah, Allah selalu memberikan yang terbaik :') Jangan takut jika berjilbab nanti tak dapat jodoh atau apapun.. Percayalah. Semua telah Allah atur secara sempurna :) 
 Yuk berhijrah ^^ 
Taat tanpa nanti dan tapi :D ^^

Friday, December 13, 2013

Ada yang Hilang. Ada yang Datang

          Sempurnanya hidup yang Dia berikan pada hambaNya. Yang saling menadahkan tangan sambari berkomat-kamit kecil yang kusebut do’a. Lalu Dia mengabulkannya pun terkadang tak terkabul dan memberikan sesuatu yang jauh lebih baik dari pada apa yang ia komat-kamit kan . Selalu meminta kebahagiaan namun kesedihan yang di dapati. Sebagian orang berkata “Allah gak adil. Kenapa selalu aku? Apa aku gak pantes buat bahagia? Aku mau bahagia kali ini aja yaAllah” Padahal dengan di datangkan kesedihan itulah pada endingnya kita akan merasakan apa itu kebahagiaan. Jika kita merasakan kebahagiaan itulah nantinya kita akan tahu apa itu kesedihan.. Termasuk memiliki.... Sampai akhirnya kita tahu, apa itu kehilangan...


            Allah Yang Maha Sempurna. Yang membolak-balikkan hati hambaNya. Terkadang menangis, tertawa, bersedih, murung di berikan agar kita menjadi pribadi yang lebih tangguh dan super. Bukan malah menjadi pribadi pencemooh dan memvonis bahwa Allah itu tidak adil. Adil bukan harus sama, adil adalah ketika satu orang dengan yang lain mendapatkan sesuatu sesuai porsinya. Mungkin part kebahagiaanmu bukan di umur ini. Umur yang akan datang? Siapa tahu? :’) Berprasangka baiklah terhadap Allah. Allah tahu apa yang terbaik untuk hambanya. Dan ketika part ini kamu telah bahagia. Bersyukurlah dan tetap bersyukur ketika part berikutnya merasakan apa itu luka tangis dan kecewa..

          Apa kamu pernah meminta matamu berada di depan bukan di belakang saja? Atau di atas atau disamping kanan-kiri? Apa kamu pernah meminta tangan mu berjumlah 2 ? kenapa tidak angka favoritmu? Apa kamu pernah meminta jari kaki dan jari tanganmu panjangnya berbeda-beda? Kenapa tidak sama semua atau bahkan kaki yang lebih panjang dari jari tanganmu? Apa kamu pernah meminta hidung kamu berlubang dua bukan satu atau empat sekaligus? Tentu tidak. Mungkin jika boleh meminta, banyak orang yang ingin ini bentuknya seperti ini bentuknya seperti itu. Apakah yang di inginkan adalah yang terbaik? Belum tentu. Sebab itu Allah menciptakan kita dengan bentuk yang sama. Bagaimana bisa sebagian orang tadi beranggapan Allah tak adil?

         Jika apa yang kita tidak kita minta saja Allah berikan yang terbaik. Apalagi yang kita minta, bukan? Menadahkan tangan berdo’a sembari hujan kecil menetes di pipimu. Jika tak di kabulkan jangan memvonis bahwa Dia tak adil. Sebenarnya kita lah yang bebal dalam mengartikan arti adil itu...
Ada yang hilang. Ada yang datang.
Semula, kehilangan menjadi awal aku merasa angin yang berhembus sepoi-sepoi seolah badai tornado. Rintik-rintik hujan yang mengguyur kotaku seolah tsunami aceh. Dan terik matahari seolah pembakaran massal di tubuhku. Hiperbola yang kurasakan. Tak menentu. Kadang melihat garpu saja seolah melihat serokan sampah. Ah sudahlah.. Kemudian, aku telusuri lagi kehidupanku. Apa yang salah. Apalagi yang keliru, teknis mana yang mengalami problem. Sampai akhirnya ku dapati penemuan bahwa Aku kurang bersyukur.

            Setelah masalah kuadrat itu kelar ku pecahkan. Mulailah aku mengencangkan sabuk keber-syukuran ku (?) Sebulan dua bulan tiga bulan memang sama saja rasanya. Ada yang hilang ada yang hilang. Bekali-kali mencoba bangkit dan tetap bersyukur sekarang aku mampu berkata “Ada yang hilang pasti ada yang datang” . Kehilangan mengajarkanku untuk melihat siapa yang datang dan membuat mereka tetap disisi bukan malah mengekori orang yang pergi itu. Dari kehilangan ku temukan yang lain, yang ternyata sama saja pedulinya. Yang ternyata Allah ciptakan untuk menemaniku. Dan orang itu yang menganggapku baik di tengah orang-orang mencemoohku.
            Allah itu adil. Selalu adil. Dan akan menjadi hakim yang paling adil....




            

Hanya Sebatas Jalan

        Terkadang yang hanya sebatas jalan menyisakan kenangan yang tidak sekedar hanya. Jalan itu memang biasa saja tak terlalu istimewa. Garis-garis berwarna hitam-putih sebagai pembatas tepi jalan nya pun terlihat sama disepanjang jalan. Pepohonan bersaut-sautan disebelahnya bahkan bersapaan dengan pepohonan disebrangnya. Beberapa ruko yang memang tampak rapi tersusun menambah kan suasana biasa seperti jalan yang lain. Ya memang jalan itu adalah jalan umum. 

            Jalan itu akan tampak sangat biasa ketika hari panas. Karena otakku enggan berfikir apa pun mengenai jalan biasa itu. Tapi lain ceritanya jika jalan itu basah & pepohonan yang bersautan tadi meneteskan air setetes demi setetes. Otakku, hatiku, jiwaku terbang ke hari itu. Mungkin jika ragaku dapat meminta, ia akan meminta pula untuk terbang bersama-sama yang lain.. Termasuk bersama kamu. Mungkin jalan itu hanya akan menjadi sebatas jalan. Jika aku, kamu tak pernah bertemu apalagi melalui jalan itu. Atau kita memang boleh jadi bertemu tapi..hari itu bukan hari terakhir aku dan kamu melalui jalan itu dan semuanya.......hilang.

            Jalan yang awalnya memang selalu ku anggap biasa menjadi jalan yang berakhir dengan luka. Andai saja waktu itu aku atau kamu terbang tak melewati jalan itu. Pastilah tepian hitam-putih dan pepohonan tadi tak menjadi hal memuakkan yang harus tiap hari aku lalui. Jalan itu adalah akhir rasanya. Jalan itu adalah rasa kecewa di balik harap.


       Hujan yang turun tak terlalu deras. Mungkin hanya beberapa tetes. Namun hujan itu semakin deras ketika jalan itu telah aku lalui dan aku sampai dirumah. Hujan tadi adalah air mataku. Air mata yang dulu adalah berarti untukmu. Dan air mata yang sekarang kamu abaikan semampumu. Mungkin salahku telah terlebih dahulu mengabaikan kepedulianmu. Mungkin memang kebodohanku yang telah terlebih dulu membiarkanmu membenciku karena sikap ke kanak-kanakanku. Mungkin aku yang terlampau sibuk untuk mencari orang lain. Sedang sebenarnya aku mempunyai kamu dulu. Selalu ada disaat sedihku, selalu ada di dalam tawaku, selalu menjadi alasan kenapa aku berhenti menangis;walau itu dulu...


            Semakin kesini aku semakin merelakan mu. Semakin berusaha untuk membuat jalan itu sebagai jalan yang benar-benar biasa. Jalan tanpa ada kamu di dalamnya. Jalan tanpa ada bayang-bayangmu yang bercanda denganku. Jalan tanpa ada tawa kita. Jalan tanpa ada tangis kecilku karena takut kehilanganmu;walau kini aku telah kehilanganmu...

       Aku mencoba melupakanmu lebih dalam. Lebih keras dari ini. Aku ingin pergi melupakan kenangan. Melupakan sang jalan yang menyisakan luka. Pergi untuk hal yang lebih pasti. Untuk tidak terus berdiri dengan sejuta harap yang ternyata kosong dan tak menentu. Ternyata bertahan di tengah-tengah ketidak pastian adalah hal yang paling menyakitkan. Dan terlebih ini karena soal pertemanan.. Memang, pertemanan sangat berarti untukku. Lebih dari apapun selain keluargaku. Tapi jika aku tahu sakit yang ku dapati karena pertemanan akan separah ini. Mungkin waktu itu aku enggan untuk berubah menjadi seorang yang perasa seperti sekarang.

       Mungkin seorang temanKu itu paham betul bagaimana aku. Tapi tetap saja, dia yang telah menjadi teman ku sempat menjadi orang yang selalu ada dalam hariku. Yang telah membuat hidupku banyak berubah. Yang telah melebarkan pandanganku atas arti kasih sayang dan dia yang telah membantu ku waktu itu tuk bangkit. Yang telah menjadi teman seperjuanganku walau hanya terhitung 3-4 bulan saja. Namun itu lebih dari berarti.

            Jalan yang kukatakan biasa tadi adalah jalan yang aku dan dia lewati ketika kami pergi. Namun setelah hari itu. Dia memang benar-benar pergi. Bukan pergi mengajakku jalan-jalan atau mencari buku, perlengkapan untuk pameran atau apapun. Dia pergi dalam artian lain. Dia enyah dari kehidupanku yang semula penuh tawa bersama dia. Sekarang kosong tanpa ada dia yang selalu menganggapku manja dan kekanak kanakkan. Sekarang tak ada lagi yang mendengar isak tangisku di malam hari melalu telefon di seberang jalan sana. Sekarang hanya ada aku, jarak dan dia. Yang ku yakin jarak di antara kami adalah jarak permanen yang sampai kapan pun tak akan bisa di hapuskan..

            Sesekali jarak itu akan hilang, namun setelah itu jarak akan semakin jauh. Sejauh dia melupakanku dan jarak itu akan susah untuk di persingkat sesusah aku yang ingin pergi dari bayang-bayangnya. Kini. Jalan ini. Jalan sepanjang... entahlah yang pasti tak sepanjang hayalku untuk penghayalan bahwa semua akan baik-baik saja. Mungkin temanku disana telah melupakan ku jauh lebih dalam. Dan telah bahagia jauh lebih bahagia.Biarlah aku, tangisku, dan air mataku di jalan ini yang menjadi saksi. Dulu aku sempat menangis di jalan ini karena takut kehilangannya dan berujung dengan benar-benar kehilangan..
Iya ini hanya sebatas jalan yang menyisakan..........Luka........

30SSJ.


Sunday, December 8, 2013

Ku Temukan Cinta Sederhana

Assalamualaikum..
Tulisan ini berasal dari aku yang menyayangimu. Tulisan ini berasal dari aku yang mungkin jauh dari kata sempurna. Ku coba merangkai kata demi kata. Mungkin tulisan ini hampir buruk dan sulit dimengerti. Memang tulisan yang sedari tadi di baca bukan seperti tulisan Mario Teguh yang penuh motivasi dengan kata-kata yang nyaris sempurna. Bukan pula seperti buku-buku best seller yang subhanallah indahnya. Ini hanyalah tulisan dari anak kecil yang beranjak dewasa. Aku menemukan cinta dalam kebersamaan kita. Aku menemukan kasih yang begitu hangat. Aku menemukan sayang yang entahlah bagaimana menjelaskannya? Aku dapatkan itu dalam ukhuwah ini, kak {}
           
       Ku sayangimu Karena Allah..

 Mungkin. Kalian adalah salah satu cara Allah membuatku sadar banyak orang diluar sana yang menyayangiku dan patut pula disayangi. Sungguh. Kalian adalah satu di antara penyemangatku ketika aku ‘terjatuh’ lalu tertimpa sesuatu yang hebat yang ke kenal dengan nama masalah. Memang raga ini tak selalu bersama kalian, tak selalu bisa bercengkrama dan mengungkapkan semuanya. Tapi entahlah, dari kejauhan pun kurasa dekat dengan kalian. Mungkin jarak yang tak begitu jauh akan terasa dekat ketika kita bertemu di atas sajadah. Allahuakbar. Aku...... Menyayangimu karena Allah kak :’) Maka biarkan lah aku terus menyayangimu. Tegurlah aku ketika lisan, perbuatanku tak lagi sesuai dengan perintahNya. Peluklah aku ketika aku merasa lelah dalam menjalankan sesuatu yang mempertemukan kita. Membumikan jilbab syar’i. Mungkin dengan pelukkanmu akan membuat semangatku kembali muncul bahkan lebih besar.

     Semoga Allah terus satukan kita dalam ikatan cinta ini.
Begitu banyak perbedaan. Sifat, usia, ekonomi, cara pandang, cara berpakaian dan memakai kerudungnya. Namun perbedaan menyatukan kita. Perbedaan itu tetaplah memiliki satu tujuan membumikan jilbab syar’i , kan? Sungguh. Allah maha Kuasa mempertemukan ku dengan bidadari hebat seperti kalian, kak. Tutur kata yang penuh kasih menyatu dalam benakku. Kalian mengajariku memecahkan suatu masalah bukan dengan amarah pun bukan dengan kekerasan. Melainkan dengan kasih nan lembut. Subhanallah.. Terkadang aku canggung berada di tengah tengah kalian. Kalian hebat. Mengerti agama. Hampir terlihat sempurna. Anggun dengan keistiqomahannya. Lalu siapa aku? Yang rasanya berbanding terbalik dengan kalian. Pantaskah aku berada di tengah kalian ? Sedang aku terkadang keistiqomahannya memudar lalu pekat kembali memudar lalu pekat kembali begitu pula seterusnya. Semuanya masih serba labil. Kadang berbicara tentang agama, kadang galau karena masalah duniawi. Lain hal nya dengan kalian. Selalau saja tenang. Masalah apa pun itu. Bagaimana aku bisa seperti kalian? Aku berusaha untuk berhenti bertanya bagaimana dan memulai perubahan. Tapi tetap saja. Aku belum bisa seperti kalian.
         
     Untuk Bunda Nana, Kak Linda, Kak Risky..
Ku peluk kalian dalam do’a ku ketika ku merindukanmu.. Ku titipkan pada Allah ketika tanganku tak mampu menjagamu. Dari kalian ku temukan cinta sederhana yang tulus. Yang darinya mampu beriku kekuatan dari sisi yang berbeda. Membuat pandanganku melebar selebar-lebarnya. Terimakasih atas cinta ini. Semoga terus bersatu {}:* Ana uhibbuki fillah kakak shalihat ^^

#SPJ_BATAM  #JilbabShare #TeamCreative